Jumat, 05 Februari 2016

7 Penyakit ringan Anak Yang Dapat Ditangani Dirumah

7 Penyakit pada anak dan bayi yang dapat ditangani dirumah
7 Penyakit pada anak dan bayi yang dapat ditangani dirumah
7 Penyakit pada anak dan bayi yang dapat ditangani dirumah - Ibu biasanya sudah panik melihat buah hatinya sakit, seperti demam, batuk pilek dan radang tenggorokan. Akan tetapi sebenarnya apabila buah ha kita terserang penyakit ringan yang biasa terjadi pada anak - anak jangan dulu di bawa berobat, sebaiknya beri perawatan dirumah dengan catatan bukan penyakit berbahaya dan tidak berlangsung lama, untuk demam tidak lebih dari 38 derajat.
Coba deh cek penyakit dan cara mengobatinya berikut

7 penyakit anak yang dapat di tangani di rumah


  • Bilirubin atau penyakit kuning pada bayi

Bilirubin adalah suatu pigmen yang menyebabkan bayi kuning, dan menjadi penyakit ketika bilirubun berlebih. Bilirubin tidak perlu dibawa kedokter, cukup jemur di matahari pagi pada jam 7 sampai jam 9, beri asi lebih sering 8 hingga 12 kali dalam sehari, apabila susu botol 8 hingga 10 botol sehari. Cek bagian mata dan kulitnya dua kali sehari apakah sudah normal atau bertambah parah. Jika kuning sampai telapak tangan dan kaki, tinja berwarna pucat pekat, air seni berwarna kuning tidak jernih, dan dalam 3 hari setelah di lahirkan bertambah kuning, sebaiknya periksakan kedokter.

  • Demam

Untuk mengatasi demam, berikan pakaian yang nyaman dan tipis, kompres dengan air hangat, perbanyak minum atau asi agar tidak dehidrasi, serta istirahat yang cukup. baluri dan pijat tubuh bayi dengan bawang merah dan minyak telon. Berikan parutan kunyit dan madu atau air kelapa muda. Periksa ke dokter apabila panas lebih dari 38 derajat dan berlangsung lama atau bayi kurang dari 3 bulan.

  • Batuk dan pilek

Perbanyak penberian asi karena dengan menghisap dapat membantu saluran pernapasan pada bayi, mandikan bayi dengan air hangat dan biarkan suhu ruangan lembab, untuk hidung tersumbat, teteskan minyak kayu putih pada air panas untuk di hirup. Berikan pijatan sekitar punggung dan dada dengan minyak telon atau minyak kayu putih, perbanyak minum terutama air hangat untuk mengencerkan dahak. Berikan obat tradisional campuran jeruk nipis dan kecap atau daun saga. Perhatikan bila batuk lebih dari 2 minggu disertai demam tinggi. Juga terindikasi penyakit lain seperti asma, polip dan lainnya, segera periksakan ke dokter.

  • diare 

Untuk anak diare jangan memberikan obat yang memampatkan buang air besar, karena tidak akan menyembuhkan penyakitnya. Sebaiknya berikan cairan yang banyak agar tidak dehidrasi. Berikan oralit yang dapat dibuat sendiri dengan cara mencampurkan air garam dan gula. Untuk bayi kurang 6 bulan lebih memperbanyak asupan asi. segera periksa ketika diare lebih dari seminggu, demam tinggi, dan dehidrasi.

  • Radang tenggorokan

Radang tenggorokan menyebabkan anak susah makan karena sakit ketika menelan makanan, untuk anak yang sudah besar dapat berkumur dengan air hangat dicampur dengan garam, air garam dapat membunuh kuman dan mencegah peradangan. Meminum air hangat yang dicampur jeruk nipis dan madu juga dapat mengobati peradangan.

  • Sariawan

Sariawan dapat terjadi sebab kuman dan kurangnya kebersihan pada mulut, bisa juga karena terbentur atau tergigit pada lidah atau bagian bibir, atau kekurangan vitamin tertentu, pada bayi sariawan dapat terjadi karena jamur candida.albicans. Perbanyak asupan nutrisi yang baik juga vitamin C, untuk bayi yang terkena jamur candida dapat di jemur matahari pagi serta puting ibu di olesi minyak kelapa, berikan tumbukan daun saga yang dicampur madu lalu olesi ke sariawan tersebut.

  • Panas dalam

Penyebab utama panas dalam adalah kurang vitamin C dan serat, juga dapat menyebabkan sariawan bibir pecah-pecah dan sakit tenggorokan. Mengkonsumsi buah yang mengandung vitamin C dan sayur yang banyak dapat membantu menyembuhkan panas dalam. Beri air kelapa hijau dengan campuran madu, atau berikan cincau yang tidak diberi es. Perbanyak minum air putih.

Anak sedang sakit butuh perhatian lebih dari ibu, dengan cara memeluk dan membelai di harapkan anak akan cepat sembuh. Lebih baik jangan dulu memberikan obat kimia pada bayi apabila masih dapat di cegah di rumah. Akan tetapi apabila memang mengkhawatirkan segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Artikel Mengenai 7 Penyakit ringan Anak Yang Dapat Ditangani Dirumah di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com

Mengenali Arti Tangisan Bayi dan Cara Menghentikannya

Mengenali Arti Tangisan Bayi dan Cara Menghentikannya
Gambar Mengenali Arti Tangisan Bayi dan Cara Menghentikannya
Mengenali arti tangisan bayi dan cara menghentikannya - Terkadang ibu sangat depresi melihat bayinya menangis terus, untuk ibu yang baru mempunyai anak pertama biasanya agak panik jika buah hatinya menangis dan tak kunjung diam. Menangis adalah cara bayi untuk memberitahukan ada yang salah dengan dirinya, baik itu lapar, tidak nyaman dan lainnya. Coba cek deh bagaimana dan apa saja penyebab bayi anda menangis berikut

Mengenali tangisan bayi dan tips cara menghentikannya


  • Tangisan karena lapar

Biasanya bayi menangis sering disebabkan ia lapar, bayi yang menangis karena lapar mudah di tebak, ibu harus mengingat kapan terakhir pemberian asi, apakah 1 atau 2 jam yang lalu, karena perut bayi masih terlalu kecil untuk mencerna banyak asi, maka ia akan sering merasa lapar karena tidak dapat mengkonsumsi asi yang banyak. Tangisannya akan sedikit keras dan berlangsung lama sebelum di berikan asi, biasanya tangan dan jarinya akan dinasukkan ke dalam mulut sebagai tanda bahwa ia lapar. Segeralah memberinya asi atau mp asi jika sudah 6 bulan lebih, jangan sampai menunda pemberian karena ia akan menjadi rewel nantinya.

  • Tangisan karena tidak nyaman
Terkadang suhu yang terlalu panas atau dingin membuat bayi tidak nyaman, seperti sehabis mandi atau ganti baju kemungkinan besar ia kedinginan karena bayi sudah terbiasa hangat saat di dalam kandungan. Bisa juga ia kegerahan karena cuaca yang panas, bisa dilihat dari pakaiannya yang basah karena keringatan, atau juga ada binatang seperti semut yang menggigitnya. Sebaiknya cari tahu apa penyebab ketidak nyamanan bayi anda, segera ambil tindakan agar bayi merasa nyaman dan tidak menangis lagi.

  • Tangisan karena lelah

Memang bayi 0-3 bulan tidak banyak melakukan aktifitas, akan tetapi apabila anda membawanya ke sebuah acara atau suatu tempat dan banyak orang yang menggendong dan mengajaknya bercanda akan membuatnya merasa lelah. Lain lagi untuk bayi yang sudah 4 bulan lebih, aktifitasnya sudah banyak untuk belajar sesuai perkembangannya, bayi pun akan merasa kelelahan dengan stimulasi perkembangannya. Tangisannya akan terdengar merengek dan sedikit meraung disertai lengkingan, bayi akan sangat rewel. Beri pijatan lembut pada punggung, dada, paha serta betis dengan minyak telon, tidurkan bayi anda dengan cara di usap dan ayun dengan lembut.

  • Tangisan karena mengantuk

Bayi yang sudah terlalu lelah biasanya mengalami masalah sulit tidur meski sudah mengantuk. Timang, dekap dan ayun dengan lembut agar ia rileks, bisa juga dinyanyikan lagu yang menenangkan

  • Tangisan karena ingin buang air

Bayi usia 3 bulan biasanya pipis setiap 1 jam sekali sampai usia 12 bulan dan frekuensinya akan berkurang menjadi 2-3 jam. Ada beberapa bayi yang sangat sensitif dengan popok yang basah atau kotor karena BABnya, ia merasa tidak nyaman dengan itu. Segeralah ganti popok dan pakaiannya yang basah agar bayi anda merasa nyaman kembali.

  • Tangisan karena sakit

Bayi anda menangis bisa jadi karena sakit atau tidak enak badan, tangisannya akan sedikit keras dan melengking tidak seperti biasanya, coba cek kondisi badan bayi anda, apakah ia demam, atau sulit makan, untuk usia 4 bulan keatas periksa juga gusinya bisa jadi karena bayi akan tumbuh gigi. Bisa jadi juga ada bagian badannya yang sakit, cek sekujur badan, kaki, tangan, perut jika ada bagian badan tertentu diperiksa dan bayi menangis lebih kencang, kemungkinan ada yang tidak beres. segera periksakan ke dokter apabila bayi anda mengalami sakit tertentu.

  • Tangisan karena bersendawa atau ingin buang gas

Saat pemberian asi biasanya bayi cenderung menelan udara juga dan itu menyebabkan ia kembung. Saat gelembung udara tersangkut di dada, ia ingin mengeluarkannya dan itu membuatnya tidak nyaman, bayi ingin memberitahu dengan cara menangis. Apabila bayi tidak dapat bersendawa maka udara tersebut akan bergerak ke sistem digestif anak, yang akan membuatnya ingin buang gas. Sebaiknya sebelum anak anda menangis karena ingin bersendawa bantulah ia mengeluarkan udara yang masuk ke dalam perut dengan cara sehabis pemberian asi gendong bayi di bahu lalu tepuk-tepuk  punggungnya dengan lembut untuk membantu mengeluarkan udara tersebut dengan mudah.

  • Tangisan karena kaget atau suasana lingkungan yang berbeda

Tangisan bayi yang kaget karena suara yang kencang atau orang dewasa yang terlalu bersemangat saat bermain dengan bayi biasanya akan terkejut lalu menangis dengan tiba-tiba dan jeritan melengking kencang. Bisa juga suasana yang berbeda dari biasanya seperti ramai, lampu yang di padamkan atau terlalu terang bisa membuatnya menangis tiba-tiba. Tenangkan bayi dengan cara di gendong dan di peluk beri usapan lembut di punggung agar bayi tenang dan berhenti menangis.

  • Tangisan ingin di gendong

Sentuhan dan pelukan ibu sangat penting bagi bayi karena ia merasa di lindungi dan di cintai. Akan sangat di anjurkan memeluk dan menggendong bayi agar bayi merasa aman dan mengenali aroma tubuh ibunya.

Ibu dapat melihat dan mendengarkan ekpresi dan suara yang berubah pada tangisan bayi. Semakin lama ibu akan memahami apa arti tangisan bayi karena terbiasa melihat dan mendengar, juga karena naluri seorang ibu. Perhatikan sekeliling apakah ada yang tidak beres dengan udara atau keadaan bayi hingga membuatnya menangis. Tenangkan bayi dengan menggendong dan mengusap atau menepuk punggung dengan lembut di iringi dengan nyanyian yang membuat bayi anda nyaman.

Artikel Mengenali Arti Tangisan Bayi dan Cara Menghentikannya di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com
keyword: Arti tangisean bayi, mengenali tangisan bayi, arti tangisan bayi 0-3 bulan, makna tangisan bayi, tanda tangisan bayi, memahami tangisan bayi, kenali tangisan bayi, cara mengenali tangisan bayi, cara menghentikan tangisan bayi, cara mengenali tangisan bayi, cara meredakan tangisan bayi, memahami arti tangisan bayi, mengenali arti tamgisan bayi, mengenal tangisan bayi, jenis tangisan bayi, macam-macam tangisan bayi.

Sabtu, 23 Januari 2016

Jenis - Jenis Vaksin Untuk Bayi Bab 2

Jenis - Jenis Vaksin Untuk Bayi
Gambar jenis vaksin untuk bayi
Jenis -jenis vaksin untuk bayi - Setelah menyimak jenis 5 vaksin untuk bayi yang dasar, ada pula vaksin tambahan untuk melindungi tubuh dari virus dan bakteri. Vaksin ini sangat berguna untuk melindungi dari bermacam virus dan bakteri yang mengancam kesehatan bayi dan balita kita.

Jenis vaksin tambahan untuk bayi dan balita

Ada 7 jenis vaksin tambahan untuk anak kita yaitu Imunisasi HIB, Imunisasi Influenza, Imunisasi MMR, Imunisasi Pneumokokus konjugasi, Imunisasi Rotavirus, Imunisasi Tifoid, dan Imunisasi Cacar air. Silahkan di simak penjelasan tentang vaksin tambahan berikut.


  • Vaksin HIB
  1. HIB atau haemophilus Influenza tipe b, merupakan bakteri yang berbahaya, ia penyebab tersering dari meningitis dan pneumonia pada bayi dan anak di bawah 5 tahun. Bakteri HIB masuk dalam aliran darah, paru-paru selaput otak dan menyebabkan masalah yang serius.
  2. Imunisasi HIB di rekomendasikan 3-4 kali pada umur 2, 4, 6 bulan dan dapat di ulang pada usia 12-15 bulan. Anak yang berusia 5 tahun tidak membutuhkan vaksin ini, kecuali anak atau orang dewasa yang akan menjalani oprasi pengangkatan limpa atau setelah transpalasi tulang sumsum.
  3. Vaksin HIB tidak boleh di berikan pada anak yang kurang dari 6 minggu, adanya alergi terhadap vaksin tersebut, dan kesehatan yang menurun sebaiknya tunda pemberian vaksin.
  4. Efek samping pemberian vaksin hampir tidak ada, adapun demam ringan dan kemerahan disertai bengkak di area suntikan.
  • Vaksin Influenza
  1. Penyakit influenza (flu) adalah penyakit yang mudah menular dan menyebar, yang di sebabkan oleh virus influenza disebarkan melalui batuk, bersin dan kontak erat. 
  2. Vaksin flu di Indonesia adalah vaksin inactived (mati), tidak mengandung virus flu yang hidup dan di berikan secara suntikan. Vaksin flu di berikan tiap tahun pada anak usia 6 bulan sampai 8 tahun.
  3. Penderita sindrom guillain barre atau kelumpuhan, sedang tidak sehat dan adanya alergi tidak dapat melakukan imunisasi Influenza ini.
  4. Efek sampingnya adalah, suara serak, mata merah dan sakit, demam, pembengkakan di area penyuntikan, rasa lelah, nyeri otot, sakit kepala.
  • Vaksin MMR
  1. MMR adalah Measles (campak), mumps (gondongan), dan Rubella.(campak jerman). Penyakit ini menular melalui udara dari orang yang terinfeksi ke orang lain.
  2. Anak-anak di berikan Vaksin MMR sebanyak 2 dosis, yaitu pada usia 12-15 bulan dan 4-6 tahun. Vaksin MMR dapat di berikan beserta dengan Vaksin lain.
  3. Wanita hamil, sedang sakit, dan  alergi sebaiknya tunda pemberian vaksin.
  4. Demam, ruam kulit ringan, kejang klonik atau bengong, sakit kaku sendi adalah efek samping dari vaksin MMR.
  • Vaksin Pneumokokus konjugasi
  1. Infeksi pneumokokus di sebabkan oleh kuman Streptococcus pneumonae. Penyakit ini menular melalui percikan ludah (Droplet) dan dapat menyebabkan penyakit yang serius termasuk pneunomia (radang paru), infeksi darah (sepsis), radang telinga tengah (otitis media), dan maningitis (infeksi selaput otak). Anak di bawah 2 tahun mempunyai resiko penyakit lebih besar di banding anak yang lebih besar.
  2. Imunisasi pneumokokus dapat di berikan secara rutin pada bayi usia 2,4,6 dan 12-15 bulan.
  3. Efek samping dari Imunisasi pneumokokus adalah pusing, nafsu makan hilang sementara, kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan, demam namun tidak tinggi, rewel.
  • Vaksin Rotavirus
  1. Imunisasi Rotavirus sangat dibutuhkan untuk anak karena Rotavirus adalah nama virus yang menyebabkan diare berat sampai tahap kekurangan cairan (dehidrasi), demam, dan muntah. Anak bayi dan balita sangat rentan terhadap penyakit ini. 
  2. Vaksin ini di berikan pada usia bayi 2 dan 4 bulan (6 bulan untuk tambahan vaksin). Imunisasi vaksin dengan cara oral atau diminum dan dapat dicampur dengan vaksin lain.
  3. Anak yang pernah alergi vaksin, kelainan sistem imun, kelainan usus (intususepi), dam bayi yang sedang tidak sehat sebaiknya di tunda pemberian imunisasi.
  4. Efek samping di perkirakan tidak ada.
  • Vaksin Tifoid
  1. Demam tifoid disebabkan oleh bakteri salmonella typhi, penyakit ini ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar. Gejala tifoid adalah demam, nyeri perut, sakit kepala, lelah, lemah. Penderita dapat menyebarkan penyakit kepada orang disekitar.
  2. Vaksin dianjurkan pada wisatawan yang hendak pergi ke negara endemik tifoiod, kontak langsung dengan penderita tifoid. ana kurang dari 2 tahun tidak depat di berikan imunisasi tifoid.
  3. Efek samping dari imunisasi tifoid adalah demam ringan, dan sakit kepala.
  • Vaksin Cacar air
  1. Cacar air atau Varisela di sebabkan oleh virus Varicella zoster. Cacar air diawali dengan demam yang tidak tinggi, kemudian muncul bintil di kulit yang gatal biasanya di punggung dan dada lalu menjalar ke muka dan anggota tubuh. Cacar air dapat menular melalui udara dan cairan yang berasal dari lepuhan cacar air.
  2. Anak yang belum mendapat imunisasi cacar air harus diberikan pada umur 12-15 bulan, dan orang yang belum pernah diberikan vaksin cacar air dan belum pernah menderita cacar air dapat di berikan. imunisasi cacar air dapat di brikan dengan vaksin lain.
  3. Wanita hamil, sedang sakit berat, penderita HIV, penderita kanker, dan baru menerima transfusi darah disarankan menunda imunisasi ini sampai sembuh.
  4. Efek sampingnya, demam, bengkak pada tempat penyuntikan, ruam ringan.
Demikian vaksin - vaksin tambahan yang dapat menangkal tubuh kita dari bahaya virus bakteri dan kuman. Sebaiknya jagalah kebersihan agar tidak mudah terserang penyakit. Apabila vaksin -vaksin tersebut dapat menimbulkan alergi yang berat sebaiknya segera ditangani ke dokter.

Rabu, 20 Januari 2016

Jenis - Jenis Vaksin Untuk Bayi Bab 1

Jenis - Jenis Vaksin Untuk Bayi
Gambar Jenis Vaksin Untuk Bayi
Jenis - jenis vaksin untuk bayi - Perlu enggak sih di Vaksin?, perlu dong!!. Karena vaksin melindungi anak kita dari serangan virus dan bakteri. yang mematikan dan mencegah penularan ke anak lain. Anak yang di vaksin dilindungi oleh antibody dari vaksin yang disebut perisai vaksin. Vaksin melindungi dari virus dan bakteri campak, TB, tetanus, polio, dan lain-lain. Anak yang sakit akan menjadi sumber penularan anak lain yang dalam kondisi lemah dan anak yang belum di vaksin.

Jenis dan manfaat vaksin

Peran vaksin adalah untuk melindungi anak kita dari bahaya bakteri dan virus yang mematikan, juga mencegah penularannya ke anak lain.
Ada 5 jenis imunisasi dasar yang wajib di berikan sampai usia anak 1 tahun, yaitu, Imunisasi BCG, Imunisasi DPT, Imunisasi Polio, Imunisasi Campak, Imunisasi Hepatitis B. Adapula imunisasi tambahan seperti, Imunisasi Influensa, Imunisasi MMR, imunisasi HIB, Imunisasi Rotavirus dan lainnya, berikut jenis dan manfaat vaksin dari  yang 5 dasar wajib pemerintah hingga vaksin tambahan.

5 Vaksin dasar

  • Vaksin BCG
  1. Imunisasi BCG adalah vaksin yang diberikan untuk penyakit TBC (tubercolosis), TB paling sering mengenai paru, bisa juga mengenai selaput otak, tulang, kelenjar dan lainnya. TB dapat menular lewat percikan air liur penderita Tb aktif.
  2. Sebaiknya berikan vaksi BCG usia kurang dari 3 bulan, apabila lebih dari 3 bulan dianjurkan uji Tuberkulin terlebih dahulu, setelah negatif baru dapat di imunisasi.
  3. Tempat penyuntikan yang di anjurkan adalah lengan kanan atas. Penyuntikan BCG dilakukan di dalam kulit sehingga menimbulkan bisul pada 3-6 minggu setelah penyuntikan, bisul akan sembuh sendiri setelah 2-3 bulan dan meninggalkan bekas luka kecil bulat.
  4. Imunisasi BCG tidak boleh di berikan pada, penderita TBC, pada saat kekebalan tubuh menurun seperti, terkena HIV  atau terkena penyakit ganas, penderita gizi buruk, dan hamil.
  • Vaksin DPT
  1. Imunisasi DPT adalah Vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit Difteri, Tetanus dan Pertusis. Difteri ditandai dengan terjadi selaput putih keabu-abuan di tenggorokan, yang menyebabkan sulit bernafas dan gagal jantung, sampai kematian. Ditularkan lewat percikan ludah. Tetanus disebabkan oleh luka dalam dan kotor, pada bayi baru lahir tetanus masuk melalui pemotongan tali pusar yang tidak steril. Pertusis (Whooping cough) di tandai batuk yang terus menerus dan di akhiri dengan muntah. Menyebabkan anak tidak dapat makan, minum, dan berhenti bernafas terutama pada bayi kecil. dapat menyebabkan pneumonia, kejang, kerusakan otak bahkan kematian.
  2. Anak harus mendapat imunisasi DPT 5 kali pada usia, 2-4-6-18 bulan-(4-6) tahun.Vaksin DPT dapat biberikan bersamaan dengan vaksin lain. Untuk anak usia lebih 7 tahun dapat diberikan Vaksin Td atau Tdap untuk melindungi terhadap Tetanus, Difteri dan Pertusi, dan di ulang setiap 10 tahun.
  3. Efek samping dalam imunisasi DPT adalah demam, muntah, rewel, nafsu makan berkurang. apabila anak mengalami efek samping alergi berat, kejang berulang atau koma, sebaiknya segera bawa ke dokter. akan tetapi efek samping berat seperti itu jarang sekali terjadi.
  4. Imunisasi DPT tidak boleh dilakukan apabila anak sedang sakit disertai panas tinggi, dapat di berikan bila sudah tidak panas lagi. Pada sakit ringan tanpa demam vaksin dapat di berian. anak yang kejang dan infeksi otak pun tidak boleh diberikan vaksin DPT.
  • Vaksin Polio
  1. Imunisasi Polio adalah vaksin yang di berikan untuk mencegah penyakit polio yang disebabkan oleh virus polio yang masuk melalui makanan dan minuman yang tercemar. Pada umunmya tidak menyebabkan penyakit yang serius akan tetapi menyebabkan kelumpuhan (tidak dapat menggerakkan lengan atau tungkai) dan meningitis (radang selaput otak) yang dapat menyebabkan kematian akibat kelumpuhan pada otot yang membantu pernafasan.
  2. Vaksin Polio di berikan dengan 4 dosis dengan jadwal yaitu, saat baru lahir, 2,4 dan 6 bulan. Namun dapat di ulang sewaktu usia 18 bulan dan 4-6 tahun. biasanya di barengi dengan vaksin DPT. Cara pemberian vaksin polio melalui oral atau mulut.
  3. Efek samping pemberian Vaksin polio biasanya tidak ada, adapun sebagian kecil efek samping adalah nyeri otot, pusing dan diare ringan.
  4. Apabila terdapat penyakit yang berat sebaiknya tidak di berikan imunisasi polio, tunda hingga penyakit tersebut sembuh. apabila hanya penyakit flu, batuk dapat di berikan imunisasi.
  • Vaksin Campak
  1. Imunisasi Campak adalah imunisasi yang mencegah penyakit campak. Campak merupakan penyakit infeksi yang di sebabkan oleh virus morbili. Penyakit ini sangat menular oleh air liur, batuk dan bersin.
  2. Jadwal pemberian campak adalah saat usia 9 bulan.
  3. Vaksin campak adalah Vaksin hidup, sehingga harus di berikan pada anak yang sehat. Reaksi samping yang mungkin timbul adalah demam 1-3 hari dan tidak tinggi, serta ruam kulit.
  • Vaksin Hepatitis B
  1. Imunisasi Hepatitis B adalah Vaksin untuk penyakit Hepatitis B yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. Virus ini menular melalui darah atau cairan tubuh orang lain atau kontak dengan orang yang terinfeksi.
  2. Bayi mendapat 3 dosis vaksin Hepatitis B sebelum usia 6 bulan yaitu setelah lahir sebelum 12 jam, 1-2 bulan, 6-12 bulan. Dan dapat di barengi dengan vaksin lain.
  3. Vaksin Hepatitis sangat aman dan hampir tidak ada efek samping berat, adapun hanya demam ringan dan pembengkakan pada tempat suntikan.
Demikianlah penjelasan tentang imunisasi dasar yang berjumlah 5 vaksin. Untuk informasi lebih lanjut tentang vaksin tambahan lainnya dapat membuka tautan Jenis -Jenis Vaksin Untuk Bayi Bab 2.

Artikel Jenis - Jenis Vaksin Untuk Bayi Bab 1 di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com

Selasa, 19 Januari 2016

Pengertian dan Fungsi Antibiotik

Pengertian dan Fungsi Antibiotik
Gambar Pengertian dan Fungsi Antibiotik
Pengertian dan fungsi antibiotik - Terkadang kita suka salah mengartikan antibiotik sebagai obat yang wajib di konsumsi ketika sedang mengalami sakit apapun jenisnya. Padahal antibiotik tidak boleh sembarangan untuk di konsumsi pada saat sakit, ada sakit tertentu yang memakai antibiotik, misalnya TBC. Untuk informasi lebih lanjut silahkan membaca keterangan berikut.

Pengertian dan fungsi antibiotik

Menurut wikipedia antibiotik adalah segolongan mulekul, baik itu alami ataupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme. Khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri.
Antibiotik di temukan oleh Alexander fleming, dengan tidak sengaja pada tahun 1928.
Biasanya apabila dokter meresepkan antibiotik itu sudah dosis untuk membunuh bakteri dan harus di habiskan karena kalau tidak di habiskan maka akan menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik, atau bakteri berubah untuk melindungi dirinya dari suatu antibiotik, bakteri akan menjadi lebih kuat dan tidak mempan terhadap antibiotik. Infeksi oleh bakteri yang resisten perlu antibiotik yang kuat dan lebih mahal. Jadi berhati-hatilah dalam meminum antibiotik. Bakteri yang resisten bisa cepat menyebar ke anggota keluarga dan orang terdekat.
Selama 30 tahun belum ada jenis antibiotik baru yang di kembangkan, yaitu, penicillin, cephalosporin, carbapenem, flouroquinolones. Akan tetapi bakteri terus berkembang.

Penyakit apa sajakah yang membutuhkan antibiotik?

Antibiotik merupakan obat yang mengobati infeksi yang di sebabkan oleh bakteri seperti tuberculosis (TBC), infeksi pada aliran darah dan urine, dan peunomia atau penyakit yang berhubungan dengan bakteri. Antibiotik bekerja dengan membunuh bakteri atau menghentikan pertumbuhan bakteri.
Sedangkan penyakit yang tidak perlu memakai antibiotik misalnya adalah, demam, batuk dan flu, sakit tenggorokan karena kemungkinan bukan di sebabkan oleh bakteri melainkan virus dan tidak perlu antibiotik.

Sebaiknya jangan membeli sendiri antibiotik tanpa resep dari dokter, karena antibiotik pun berbeda dan bermacam jenis dan dosisnya. Berbeda antibiotik berbeda pula penyakitnya.Apabila anda diberikan antibiotik sebaiknya bertanya apakah penyakit anda terdapat bakteri dan antibiotik sebaiknya harus di habiskan meskipun sudah terlihat sehat agar tidak menimbulkan resistensi bakteri yang merugikan kita dan jangan pernah berbagi antibiotik dengan orang lain.
jagalah kesehatan dengan pola makan yang baik dan berolahraga.

Artikel Pengertian dan Fungsi Antibiotik di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com

Minggu, 17 Januari 2016

Cara Mengatasi Anak Mengompol

Cara mengatasi anak mengompol
Gambar Cara Mengatasi Anak Mengompol
Cara mengatasi anak mengompol - Terkadang kita suka jengkel jika anak kita sudah besar tapi masih mengompol. Sesungguhnya anak 3 sampai 5 tahun masih bisa di toleransi apabila masih sering mengompol jika kita orangtua sudah mengajarkannya agar tidak mengompol. Akan tetapi jika anak sudah mencapai usia 5 tahun lebih masih juga mengompol dengan alasan yang tidak jelas, berarti ada sesuatu yang tidak wajar, dan harus segera di tangani, berikut tips seputar ompol yang bisa anda jadikan referensi.

Kenali anak mengompol

Usia anak dan mengompol

  1. Baru lahir sampai 2 tahun: Tidak ada kesadaran saat mengosongkan kandung kemih. Anak usia ini, sangat normal untuk mengompol.
  2. 2 sampai 3 tahun: Saat ini anak dapat di latih untuk tidak mengompol lagi, karena perkembangan untuk buang air kecil (BAK) sudah berkembang.
  3. 3 sampai 5 tahun: Biasanya sudah berhenti mengompol, kemampuan untuk buang air kecilnya sudah baik.

Penyebab ompol pada anak

  • Enuresis sekunder: Ini terjadi ketika anak sudah tidak mengompol selama lebih dari 6 bulan kemudian mengompol lagi. Umumnya terkait dengan masalah emosi seperti, sedih, takut, cemas dan lainnya.
  • Dingin: Hawa ruangan yang dingin juga menjadi salah satu penyebab anak mengompol, berikan baju hangat saat suasana ruangan terasa dingin.
  • Terlalu capek: Anak yang pada siang harinya terlalu banyak bergerak dengan lompatan atau berlari akan sangat lelah, sehingga akan membuat anak tidak sadar untuk buang air kecil sewaktu tidur.
  • Adanya suatu penyakit: Nocturnal enuresis, adalah penyakit urologis pada anak, terkait dengan masalah gangguan organis, yaitu organ pelepasan. Masalah ini umumnya dapat di selesaikan dengan berkonsultasi pada urolog.

Mengatasi ompol pada anak

  • Sebaiknya sebelum tidur anak buang air kecil terlebih dahulu.
  • Tatur anak untuk buang air kecil dengan cara memboyongnya ke WC apabila sudah ada tanda atau waktu biasanya anak mau buang air kecil.
  • Beri pujian apabila anak tidak mengompol.
  • Saat anak mengompol tidak perlu di marahi, hanya beri pengertian dengan kata-kata, "Sayang, nanti malam mama bangunkan ya untuk pipis di kamar mandi, biar engga pipis di tempat tidur lagi".
  • Ajarkan untuk bertanggung jawab, jika anak mengompol minta ia untuk membantu melepas basahannya, jangan sampai anak merasa tidak masalah jika ia mengompol.
  • Saat anak selesai mandi atau sedang bersantai, beri pijitan lembut pada betisnya dengan menggunakan minyak kayu putih atau minyak kelapa, untuk menghilangkan letih sewaktu anak banyak beraktifitas.
Jangan biarkan anak yang sudah besar mengompol, karena itu adalah suatu ketakutan tersendiri pada anak. Diskusikan pada dokter jika anak masih mengompol pada usia lebih dari 6 tahun, anak mengompol lagi setelah lama tidak mengompol, dan anak mengompol di sertai dengan urine yang berwarna merah muda atau nyeri saat buang air kecil.

Artikel Cara mengatasi anak mengompol di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com
keyword: Mengatasi anak mengompol, mengompol pada anak, Cara agar anak tidak mengompol

Sabtu, 16 Januari 2016

Penyebab Serta Obat Diare Yang Alami Untuk Anak

Penyebab serta obat diare yang alami untuk anak
Gambar Penyebab Serta Obat Diare Yang Alami Untuk Anak
Penyebab serta obat diare yang alami untuk anak - Sebagian besar orang tua akan panik melihat anak apalagi bayinya sedang mencret atau diare, ia akan terlihat lemas dan kurang bertenaga, sangat sedih melihatnya seperti itu. Terkadang, mencret atau diare ini membahayakan apabila tidak di tangani dengan baik. silahkan di baca untuk referensi kesehatan anak dan balita anda.

Apa itu diare?

Diare atau mencret adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari dalam tubuh, atau lebih tepatnya, gangguan pencernaan yang di tandai dengan buang air besar yang sering dan lebih encer dari biasanya, frekuensi BABnya lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Diare merupakan suatu tanda, bukan jenis penyakit, seperti demam yang merupakan tanda adanya suatu penyakit, diare pun merupakan upaya mengeluarkan sesuatu yang salah dalam pencernaan kita. Diare dan muntah adalah upaya tubuh kita untuk mengeluarkan racun serta kuman dan virus.

Penyebab diare

  • Keracunan makanan
  • Infeksi di usus yang di sebabkan oleh mikroorganisne patogen (paling sering oleh virus, bakteri, dan parasit). Ini di sebabkan kita memakan makanan yang kotor.
  • Gangguan proses pencernaan (malabsorpsi)
  • Pemakaian obat-obatan, misal antibiotik yang tidak baik sehingga mengganggu keseimbangan bakteri di dalam usus
  • Alergi terhadap makanan tertentu.
  • Adanya amuba, yang di tandai dengan tinja yang berlendir dan berdarah, ini di haruskan meminum antibiotik dengan resep dokter.

Cara penanganan dan obat alami untuk diare

  • Tidak perlu meminum obat untuk memampatkan diare karena obat tersebut hanya untuk mengurangi atau menghentikan diare tidak mengobati penyakit yang sebenarnya, bahkan akan menimbulkan efek samping. yang terpenting adalah mengganti cairan tubuh yang keluar bukan menghentikan diarenya. 
  • Pengaruh diare pada bayi adalah ia akan mengganggu keseimbangan normal dari air dan garam (elektrolit) pada bayi. Apabila jumlah elektrolit hilang banyak akibat diare maka akan menimbulkan dehidrasi dan harus mendapat penggantian cairan secepatnya, obat yang tepat untuk mengganti elektrolit adalah oralit yang dapat di beli di apotik atau di buat sendiri yaitu dengan cara: Garam 1/4 sendok teh yang di campur dengan gula hingga menjadi 1 sendok teh, lalu campur dengan 200 ml air matang.
  • Tanda dehidrasi adalah:
  1. Produksi urin berkurang sehingga frekuensi buang air kecil jarang, warna urine lebih pekat.
  2. Mulut dan kulit kering, apabila di cubit kulit tidak langsung kembali ke semula atau tidak elastis.
  3. Rewel dan tidak ada air mata saat menangis.
  4. Mata ubun-ubun dan perut cekung. 
  5. Lemas, lesu dan sering mengantuk.
  • Untuk bayi yang hanya meminum asi berilah sesering mungkin, untuk yang sudah mendapatkan mp asi atau sudah dapat makanan padat berilah cairan yang banyak seperti air putih, sup kaldu. Dapat juga memberikan makanan padat seperti kentang, sereal beras dan makanan yang rendah serat. Berikan sedikit-sedikit tetapi sering.

Hubungi dokter jika:

  • Diare lebih dari 1 minggu
  • Ada darah atau nanah pada tinja, dan tinja berwarna hitam, putih atau merah.
  • Demam tinggi lebih dari 38,8 celcius
  • Terlihat sangat lemah
  • Muntah yang sering
  • Tanda-tanda terjadinya dehidrasi
Biasanya dokter akan merekomendasikan obat anti biotik atau anti parasit apabila sudah di ketahui penyebabnya. seringlah mencuci tangan apabila berinteraksi dengan bayi dan anak anda agar tidak menyebabkan penyakit. Hindari dehidrasi dengan cairan yang banyak.


Artikel Penyebab serta obat diare yang alami untuk anak di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com
keyword: Obat diare, penyebab diare, diare pada anak, obat diare anak, diare pada bayi, penyakit diare, cara mengobati diare, obat untuk diare, obat diare alami, bayi diare, obat diare bayi, pengobatan diare, penyebab diare pada anak, mengobati diare, cara menyembuhkan diare, diare pada balita, penanganan diare, cara mengobati diare pada bayi, akibat diare