Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Maret 2016

Fakta Seputar Gigi Susu Pada Bayi

Fakta Seputar Gigi Susu Pada Bayi
Gambar Fakta Seputar Gigi Susu Pada Bayi
Fakta seputar gigi susu pada bayi - Gigi susu adalah gigi sementara yang akan tanggal dan berganti gigi sementara, gigi susu juga sangat penting dan harus di rawat sama seperti gigi tetap karena gigi susu mempertahankan ruang dalam lengkung gigi sebagai persiapan tumbuhnya gigi tetap sekaligus menentukan arah pertumbuhan gigi pengganti, apabila gigi susunya buruk maka pertumbuhan gigi tetapnya akan terganggu.

Pertumbuhan gigi susu pada bayi

Pada saat gigi akan tumbuh bayi akan rewel, sering mengeluarkan air liur, gusi kemerahan dan bengkak, susah untuk makan, dan suhu tubuh meningkat dikarenakan adanya peradangan steril di tempat tumbuhnya gigi, akan tetapi apabila suhu tubuhnya sampai 39 derajat kemungkinan besar karena adanya virus atau infeksi bukan karena akan tumbuh gigi. Gunakan es batu kecil untuk mengurangi rasa sakitnya atau mainan teether untuk mengurangi rasa gatal pada gigi. Berikan parasetamol apabila bayi rewel. Bayi juga sering menggigit sewaktu sedang menyusu karena merasa gatal dan nyeri, sebaiknya pencet saja hidung bayi dengan lembut agar ia membuka mulutnya dan sebagai peringatan agar tidak menggigit puting ibu.

Pertumbuhan dan jumlah gigi susu

Gigi susu biasanya tumbuh pada usia 6-30 bulan dan tanggal pada usia 6-12 tahun. Gigi susu terdiri dari
8 gigi seri, 4 gigi taring dan 8 gigi geraham (molar), sehingga ada 20 jumlah gigi susu.
Gigi tumbuh ada urutannya, gigi yang pertama tumbuh biasanya adalah gigi seri rahang bawah yang tumbuh usia 7-8 bulan dan gigi seri rahang atas pada usia 8-11 bulan kemudian geraham.

Cara merawat gigi

Untuk bayi yang sudah tumbuh gigi sebaiknya di rawat, sesudah memberikan asi gunakan kain lembut yang diberikan air hangat untuk membersihkan mulut dan gigi.
Bagi yang sudah berusia 1 tahun keatas sudah dapat menggunakan sikat gigi kecil yang bulu sikat berbahan nilon tanpa pasta gigi. Sikat gigi 2 kali sehari terutama saat akan menjelang tidur dan sesudah makan. Pada saat tidur air liur sebagai pembersih alami tidak ada maka bakteri akan menjadi aktif, usahakan gigi bersih pada saat menjelang tidur.

Karies gigi susu pada anak

Karies atau gigi keropos, diawali plak di permukaan gigi, plak adalah lapisan kuman dan sisa makanan yang melekat pada gigi. Sebaiknya menyusu botol menjelang tidur langsung dibersihkan karena kandungan gula yang terdapat pada susu akan menjadi asam dan merusak gigi.

Anak belum juga tumbuh gigi

Apabila terjadi anak 1 tahun lebih belum tumbuh gigi sebaiknya periksakan ke dokter gigi untuk foto rontgen, untuk memastikan adanya gigi susu atau tidak. Apabila memang tidak ada benih gigi susu pastikan gigi tetap ada, jika tidak ada gigi, dapat dibuat gigi tiruan.Kelainan pertumbuhan ini disebabkan faktor kelainan genetik bukan karena kekurangan gizi tertentu.
Gigi berlubang, kuman, dan infeksi pada gusi dapat menyebar ke seluruh jaringan tubuh melalui pembuluh darah dan mengakibatkan penyakit ke bagian tubuh yang lainnya, jaga gigi susu bayi anda untuk kesehatannya.
Artikel Fakta Seputar Gigi Susu Pada Bayi di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com
Keyword: Gigi susu, gigi susu pada bayi, jumlah gigi susu, gigi susu tanggal, kapan gigi susu tanggal, pertumbuhan gigi susu, merawat gigi susu, jumlah gigi susu pada anak, karies gigi susu, susunan gigi susu, gigi susu geraham, gigi susu tanggal umur berapa,

Rabu, 16 Maret 2016

8 Penyebab Bayi Susah Tidur

8 Penyebab Bayi Susah Tidur
Gambar Penyebab Bayi Susah Tidur
8 penyebab bayi susah tidur - Tidur adalah salah satu faktor penting untuk perkembangan otak bayi yang lebih optimal agar menjadi anak yang cerdas. Juga yang tak kalah penting, tidur membentuk hormon pertumbuhan, yang berguna untuk pertumbuhan tulang, mengatur metabolisme tubuh, memperbaharui dan memperbaiki sel sel tubuh.
Apabila bayi kurang tidur akan berdampak buruk bagi kesehatan diantaranya mudah sakit karena daya tahan yang berkurang, gampang mengalami stres yang berakibat kemampuan berfikir akan terhambat, dan lainnya. Jika ibu ingin kemampuan otak dan pertumbuhan bayi bisa optimal, cukupi kebutuhan tidurnya.

Apa penyebab bayi susah tidur?

Ibu perlu mengetahui apa penyebab bayi susah tidur sehingga dapat segera mengatasinya. berikut beberapa penyebab bayi susah tidur
  1. Lapar. Terkadang bayi rewel karena merasa lapar, susuilah bayi agar tertidur. Jika sudah mp asi sebaiknya berikan makan terlebih dahulu 1 jam sebelum tidur apabila memungkinkan.
  2. Pakaian tidak nyaman juga popok yang basah. Sebelum tidur periksa kembali kenyamanan pakaian bayi ibu, apakah popoknya basah karena buang air, popok yang bersih membuat bayi merasa nyaman. Gunakan pakaian yang lembut, nyaman tidak membuat gerah dan pas di tubuh bayi tidak kebesaran atau kekecilan agar bayi bebas bergerak.
  3. Tubuh yang tidak nyaman dan lengket membuat bayi menjadi susah tidur. Apabila memungkinkan lap bayi sebelum tidur atau beri saja minyak telon dan bedak agar segar kembali.
  4. Kesehatan terganggu. Paling sedih apabila bayi sedang sakit, seperti nyeri, batuk pilek, demam sakit tenggorokan dan lainnya. Tidurnya pun akan tergangu juga rewel. ibu harus ekstra untuk merawatnya. sebaiknya tangani penyebab gangguan kesehatan yang terjadi.
  5. Suhu ruangan yang tidak nyaman, bisa jadi suhu ruangan terlalu panas atau terlalu dingin hingga bayi menjadi kurang nyaman. Perhatikan juga lampu ruangan yang terlalu terang, sebaiknya gunakan cahaya yang redup.
  6. Bermain ketika memasuki waktu tidur dapat berakibat bayi menjadi senang dan tidak mengantuk, sebaiknya tidak bermain di waktu menjelang akan tidur. Kelelahan juga dapat membuat bayi menjadi rewel.
  7. Benda wajib untuk tidur seperti guling, bantal, boneka tertentu, dot atau empeng, juga dapat mengganggu aktifitas tidur bayi, apabila benda tersebut hilang, ibu akan kerepotan karenanya. Sebaiknya hindari kebiasaan menggunakan benda khusus pada saat tidur.
  8. Waktu tidur yang tidak teratur membuat bayi menjadi terbiasa tidur pada waktu yang tidak tepat. Terkadang orang tua tidur sangat larut dan terbangun pada siang hari. Sebaiknya atur waktu tidur bayi dengan baik, berikan tanda bahwa sekarang adalah waktunya untuk tidur seperti mematikan lampu juga tidur bersama orang dewasa pada saat yang tepat.
Terkadang pembiasaan orangtua menjadi salah satu pemicu bayi menjadi susah tidur. Berikan kenyamanan pada saat bayi menjelang tidur, nyanyikan, gendong, peluk juga temani bayi agar dapat segera tertidur. Tandai waktu tidur agar bayi mengerti sekarang saatnya untuk beristirahat, karena tidur sangat membantu tumbuh kembang bayi ibu, terutama untuk kecerdasannya.
Artikel 8 Penyebab Bayi Susah Tidur di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com

Rabu, 02 Maret 2016

Rambut Rontok Setelah Melahirkan

Rambut Rontok Setelah Melahirkan
Gambar Rambut Rontok Setelah Melahirkan
Rambut rontok setelah melahirkan - Ada mitos seputar kerontokan rambut pasca melahirkan yang berkata bayi yang memainkan air liurnya membuat rambut ibu menjadi rontok, hal itu tidaklah benar. Rambut rontok merupakan salah satu perubahan kondisi tubuh pada saat pasca melahirkan, masalah rambut rontok ada pada saat masa kehamilan dan menjadi lebih parah saat melahirkan. Permasalahan rambut rontok pasca melahirkan adalah karena kadar hormon estrogen dalam tubuh sangatlah menurun akibat meningkatnya hormon tiroid, jadi hormon menjadi tidak seimbang. Ketidakseimbangan ini dapat terjadi karena kurangnya asupan vitamin dan zat besi dalam tubuh. Kerontokan pada rambut akan menghilang dalam 6-12 bulan setelah melahirkan begitu kadar hormon dalam tubuh kembali normal.

Tips untuk mengatasi rambut rontok pada saat melahirkan

  • Potong pendek dan hindari mengikat rambut

Rambut pendek meningkatkan kinerja akar rambut karena rambut yang panjang membuat akar rambut menahan beban sehingga membuat rontok. Juga dapat menghindari dari seringnya mengikat rambut, karena mengikat rambut membuat rambut menjadi rapuh, dan semakin mudah rontok.

  • Mengkonsumsi sayur dan buah

Makanlah sayur terutama sayuran berwarna hijau, karena banyak mengandung zat besi untuk memperkuat rambut, sayuran juga memiliki vitamin A dan C yang membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Adapun buah apel dan strawberry yang mengandung  flafonoid untuk melindungi kantung rambut dan merangsang pertumbuhan rambut.

  • Hindari stress

Selain tidak baik untuk produksi asi stress juga dapat membuat rambut menjadi semakin rontok karena mempengaruhi ketidakseimbangan hormon.

  • Rawat rambut dengan baik

Gunakan shampo yang tepat, lakukan perawatan rambut yang alami seperti menggunakan minyak zaitun, minyak kemiri, lakukan hairmask dengan menggunakan pisang, alpukat dan lainnya yang aman untuk kesehatan bayi. Menyisirlah pada saat rambut kering, tidak waktu rambut dalam keadaan basah karena akan mengakibatkan rambut rontok dan kusut.

Rambut rontok karena air liur bayi adalah mitos, rawat rambut anda dengan cara yang tepat agar kerontokan tidak semakin banyak.
Artikel Mengenai Rambut Rontok Setelah Melahirkan di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com

Senin, 22 Februari 2016

Cara Memijat Bayi

Cara Memijat Bayi
Cara Memijat Bayi
Cara memijat bayi - Pijatan dan urut dari dulu sudah di percaya meringankan rasa sakit dan membuat tubuh nyaman karena memperlancar aliran darah juga meringankan nyeri pada otot dan syaraf. Memijat juga dapat membuat ikatan emosional antara bayi dan orangtua terutama ibu.
Sebelum memulai pijatan sebaiknya persiapkan minyak untuk memijatnya, bisa minyak telon, minyak kelapa, peppermint oil, baby oil, dan lainnya, pastikan minyak tidak menimbulkan alergi. Beri alas yang lembut dan empuk untuk memijat seperti kasur kecil, kain tebal atau handuk. Lakukan pijatan selagi bayi tenang, tidak dalam keadaan mengantuk dan sesudah makan, lakukan sehabis mandi lebih baik. Pijatlah bayi dengan lembut seperti mengelus saja,

Tips memijat untuk bayi

Kelebihan melakukan pijatan pada bayi

  1. Membuat bayi merasa nyaman
  2. Mengurangi ketidaknyamanan dari sembelit, gas, dan kolik
  3. Menormalkan otot dan meningkatkan sirkulasi darah
  4. Membantu tidur bayi menjadi lebih baik dan pulas
  5. Menstimulasi perkembangan otak
  6. meningkatkan kesadaran sensorik
  7. mempererat hubungan orangtua dan bayi

Teknik memijat bayi

  • Cara memijat kepala dan muka
Cara memijat kepala dan muka
Cara memijat kepala dan muka
  1. Pegang kepala bayi dengan kedua tangan, urut kepalanya perlahan dengan ujung jari seolah sedang bershampo.
  2. Dengan kedua ibu jari usap dari tengah kening sampai ke pelipis dan pipi.
  3. Letakkan kedua ibu jari pada bagian tulang atas hidung dan tekan dengan lembut sambil menurun ke bagian atas dan bawah tulang pipi.
  4. Letakkan kedua tangan anda di bagian belakang telinga bayi dan usap turun hingga ke dagu
  5. Pijat dagu dengan gerakan melingkar
  • Cara memijat dada dan perut
Cara memijat dada dan perut  Cara memijat dada dan perut
Cara memijat dada dan perut
  1. Dengan menggunakan kedua tangan anda lakukan pijatan open book, usap dada bayi dari bagian tengah menuju ke samping dada.
  2. Gerakkan tangan anda dengan membentuk hati dari tengah dada menuju arah perut
  3. Lalukan pijatan silang, taruh tangan kanan ibu ke arah bahu kiri bayi kemudian tarik miring menuju bahu bawah kanan bayi, begitu juga sebaliknya.
  4. Angkat kaki bayi dan lipat, tekan perlahan ke arah perut bayi. ini membantu meregangkan otot.pada perut
  5. Letakkan telapak tangan di perut bayi, buat gerakan memutar searah jarum jam.
  6. Beri pijatan ILU, dengan menggunakan tangan kanan usap dari bawah dada kearah bawah bentuk huruf I, lalu usapkan lagi seperti huruf L terbalik, juga lakukan huruf U yang terbalik, perhatikan gambar. Berbicaralah pada saat melakukan pijatan ILU pada bayi anda dengan mengatakan i love you dengan tersenyum.
    Cara memijat tangan dan kaki
    Cara memijat tangan dan kaki
  • Cara memijat tangan dan kaki
  1. Urut sebelah tangan kanan dengan menggenggam tangan bayi dari bagian bahu ke pergelangan tangan, lakukan pada tangan kiri. Kemudian urut sebaliknya dari atas pergelangan tangan hingga ke arah bahu.
  2. Gunakan ibu jari untuk mengusap telapak tangan dari bawah telapak hingga ke arah jemari.
  3. Urut kaki dengan cara genggam lembut dari panggul ke arah pergelangan kaki.
  4. Urut telapak kaki bayi dengan ibu jari dari tumit hingga ke arah jari.
  • Memijat punggung bayi
  1. Letakkan bayi anda dalam keadaan tengkurap di atas kaki anda, pastikan keadaan tangan di depan tidak tertindih badan.
  2. Dengan kedua tangan anda urut secara melintang.
  3. Kemudian dengan ujung jari urut perlahan dari arah leher kebawah menuju pinggang.
  4. Akhiri pijatan dengan pelukan hangat dan katakan pijatan sudah selesai.
Jika bayi meronta dan menangis saat di pijat pindahkan posisi pijatan pada tubuh yang lain, apabila bayi anda malah semakin marah, lebih baik akhiri pijatan untuk dilakukan ke esokan harinya, jangan memaksakan bayi hingga ia merasa nyaman untuk di pijat.
Artikel Mengenai Cara Memijat Bayi di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com
keyword: Cara memijat bayi, cara memijat bayi yang benar, tips memijat bayi, teknik memijat bayi, cara memijat perut bayi, cara memijat kaki bayi, cara cara memijat bayi, cara memijat punggung bayi.

Rabu, 17 Februari 2016

Cacingan Pada Anak

Cacingan Pada Anak
Gambar Cacingan Pada Anak
Cacingan pada anak - Anak yang terkena cacingan akan terlihat lesu dan tidak bersemangat, itu sebabnya cacingan berbahaya bagi anak karena menyebabkan anemia, kurang gizi, dan berat badan rendah meski makan banyak. Cacingan sulit dideteksi bila jumlah yang bersarang masih sedikit, cacing yang biasa menyebabkan cacingan adalah cacing pita, cacing kremi, dan cacing tambang. Biasanya cacing dapat dengan mudah menular.
Cara masuk cacing adalah lewat makanan dan kulit, berkembangnya penyakit ini juga karena banyak faktor, yaitu iklim tropis, sanitasi lingkungan, kebersihan dan lainnya.

Cara mengatasi anak cacingan

Ciri-ciri anak cacingan

  • Pantat gatal pada malam hari, itu gejala pada cacing kremi, yang bertelur pada malam hari di anus.
  • Letih lesu, dan kurang bergairah, karena kurang gizi dan kurang darah atau anemia.
  • Banyak makan tetapi berat badan menurun.
  • Sering batuk, karena ada juga cacing yang berada di paru-paru
  • Sakit perut, cacingan juga dapat menyebabkan diare

Cara mengobati cacingan pada anak

  • Perhatikan kebersihan kuku anak, pada saat bermain tanah, cacing dapat masuk lewat kuku.
  • Perhatikan juga kebersihan makanan dan tubuh agar cacing tidak bersarang dalam tubuh.
  • Minum obat anti cacing golongan pirantel pamoat (seperti combantrin, konvermex dan lainnya). atau mebendazole (seperti, vermox, hokzole, dan lainnya)

Obat tradisional cacing

  1. Petai atau petai cina, kandungan belerang dan tannin, mampu membunuh cacing dan mengeluarkannya melalui tinja.
  2. Biji pepaya untuk cacing gelang, keringkan biji pepaya, lalu tumbuk hingga halus, tambahkan madu untuk pemanis.
  3. Wortel, campur air perasan wortel 1 gelas dan santan kental 1 gelas tambahkan garam sedikit, lalu minumkan pada anak.
  4. Kelapa, kelapa 1/4 butir dan wortel 1 buah, parut beri air hangat 1 gelas lalu peras. Berikan pada anak menjelang tidur.
Sebaiknya jagalah kebersihan tubuh anak agar terhindar dari penyakit cacingan, lakukan meminum obat cacing secara rutin 6 bulan sekali, karena cacingan dapat membuat kecerdasan anak menurun.

Artikel Mengenai Cacingan Pada Anak di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com
Keyword: Obat cacing, cacingan pada anak, penyakit cacingan, tanda anak cacingan, ciri anak cacingan, anak cacingan, gejala cacingan pada anak, gejala anak cacingan, cacingan pada anak, tanda tanda cacingan, tanda tanda anak cacingan, cara mengobati cacingan, 

Senin, 15 Februari 2016

Cara Mengobati Bisul Secara Tradisional Pada Anak

Cara Mengobati Bisul Secara Tradisional Pada Anak
Gambar Cara Mengobati Bisul Secara Tradisional Pada Anak
Cara mengobati bisul pada anak secara tradisional - Sebenarnya penyebab bisulan bukan karena faktor makanan, akan tetapi infeksi bakteri dari kulit, umumnya bakteri staphylococcus atau streptococcus. Bakteri masuk melalui robekan kulit misalnya pada saat menggaruk, atau kebersihan yang kurang di jaga, sehingga pori-pori tertutup dan menimbulkan bisul. Meskipun belum ada yang berpendapat bisul menular akan tetapi kontak fisik dengan penderita akan memindahkan kuman dan bakteri ke orang lain.

Cara mengobati bisul

  • Tips seputar bisul

Karena bisul disebabkan oleh infeksi bakteri maka bisul dapat menyebar kebagian tubuh lainnya. Maka sebaiknya lakukan tips di bawah ini:
  1. Cuci tangan anda sebelum dan sesudah mengobati bisul, karena akan meminimalisir penularan.
  2. Jangan pecahkan dan menggaruk bisul yang masih berukuran kecil karena akan menyebabkan peradangan kulit dan infeksi semakin menyebar.
  3. Kompres bisul dengan handuk dan air hangat, lakukan beberapa kali dalam sehari selama 5-10 menit, untuk membantu penyembuhan bisul lebih cepat sehingga mengeluarkan nanah dan mengering.
  4. Jaga kebersihan tubuh, terutama pada bagian bisul agar tidak menyebar dan menular.
  5. Pada saat bisul sudah lunak dan terlihat inti nanah atau matanya, maka bersihkan dengan cairan antiseptik atau rivanol setelah itu oleskan salep penicillin, biarkan pecah dengan sendirinya lalu bersihkan.

  • Obat bisul
Ada beberapa obat bisul tradisional untuk membantu menyembuhkan bisul dan membuat bisul cepat matang dan inti nanah cepat keluar, obat tradisional untuk bisul ada banyak di sekitar kita seperti:
  1. Bawang putih, parut atau tumbuk bawang putih, kemudian tempelkan pada bisul.
  2. kunyit, sama seperti bawang putih, parut lalu tempelkan pada bisul.
  3. Daun ubi jalar, ambil beberapa daun ubi jalar layukan dengan api, tetapi jangan sampai gosong, tempelkan daun ubi jalar pada bisul, lakukan beberapa kali sampai bisul sembuh.
Apabila bisul menyebabkan demam, rewel, dan mengeluarkan banyak nanah, serta kulit sakit saat tersentuh, sebaiknya hubungi dokter. jaga kebersihan agar tidak terjadi penularan kepada anggota keluarga lain.


Artikel Mengenai Cara Mengobati Bisul Secara Tradisional Pada Anak di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com
keyword: Bisul, obat bisul, cara mengobati bisul, cara menyembuhkan bisul, mengobati bisul, obat bisul tradisional, obat untuk bisul, obat bisul alami, penyakit bisul, obat bisul salep, obat tradisional bisul, obat alami bisul, obat penyakit bisul, salep bisul, obat herbal bisul, menyembuhkan bisul, bisul pada bayi, obat tradisional untuk bisul, salep untuk bisul, cara mengobati bisul secara alami.

Jumat, 05 Februari 2016

7 Penyakit ringan Anak Yang Dapat Ditangani Dirumah

7 Penyakit pada anak dan bayi yang dapat ditangani dirumah
7 Penyakit pada anak dan bayi yang dapat ditangani dirumah
7 Penyakit pada anak dan bayi yang dapat ditangani dirumah - Ibu biasanya sudah panik melihat buah hatinya sakit, seperti demam, batuk pilek dan radang tenggorokan. Akan tetapi sebenarnya apabila buah ha kita terserang penyakit ringan yang biasa terjadi pada anak - anak jangan dulu di bawa berobat, sebaiknya beri perawatan dirumah dengan catatan bukan penyakit berbahaya dan tidak berlangsung lama, untuk demam tidak lebih dari 38 derajat.
Coba deh cek penyakit dan cara mengobatinya berikut

7 penyakit anak yang dapat di tangani di rumah


  • Bilirubin atau penyakit kuning pada bayi

Bilirubin adalah suatu pigmen yang menyebabkan bayi kuning, dan menjadi penyakit ketika bilirubun berlebih. Bilirubin tidak perlu dibawa kedokter, cukup jemur di matahari pagi pada jam 7 sampai jam 9, beri asi lebih sering 8 hingga 12 kali dalam sehari, apabila susu botol 8 hingga 10 botol sehari. Cek bagian mata dan kulitnya dua kali sehari apakah sudah normal atau bertambah parah. Jika kuning sampai telapak tangan dan kaki, tinja berwarna pucat pekat, air seni berwarna kuning tidak jernih, dan dalam 3 hari setelah di lahirkan bertambah kuning, sebaiknya periksakan kedokter.

  • Demam

Untuk mengatasi demam, berikan pakaian yang nyaman dan tipis, kompres dengan air hangat, perbanyak minum atau asi agar tidak dehidrasi, serta istirahat yang cukup. baluri dan pijat tubuh bayi dengan bawang merah dan minyak telon. Berikan parutan kunyit dan madu atau air kelapa muda. Periksa ke dokter apabila panas lebih dari 38 derajat dan berlangsung lama atau bayi kurang dari 3 bulan.

  • Batuk dan pilek

Perbanyak penberian asi karena dengan menghisap dapat membantu saluran pernapasan pada bayi, mandikan bayi dengan air hangat dan biarkan suhu ruangan lembab, untuk hidung tersumbat, teteskan minyak kayu putih pada air panas untuk di hirup. Berikan pijatan sekitar punggung dan dada dengan minyak telon atau minyak kayu putih, perbanyak minum terutama air hangat untuk mengencerkan dahak. Berikan obat tradisional campuran jeruk nipis dan kecap atau daun saga. Perhatikan bila batuk lebih dari 2 minggu disertai demam tinggi. Juga terindikasi penyakit lain seperti asma, polip dan lainnya, segera periksakan ke dokter.

  • diare 

Untuk anak diare jangan memberikan obat yang memampatkan buang air besar, karena tidak akan menyembuhkan penyakitnya. Sebaiknya berikan cairan yang banyak agar tidak dehidrasi. Berikan oralit yang dapat dibuat sendiri dengan cara mencampurkan air garam dan gula. Untuk bayi kurang 6 bulan lebih memperbanyak asupan asi. segera periksa ketika diare lebih dari seminggu, demam tinggi, dan dehidrasi.

  • Radang tenggorokan

Radang tenggorokan menyebabkan anak susah makan karena sakit ketika menelan makanan, untuk anak yang sudah besar dapat berkumur dengan air hangat dicampur dengan garam, air garam dapat membunuh kuman dan mencegah peradangan. Meminum air hangat yang dicampur jeruk nipis dan madu juga dapat mengobati peradangan.

  • Sariawan

Sariawan dapat terjadi sebab kuman dan kurangnya kebersihan pada mulut, bisa juga karena terbentur atau tergigit pada lidah atau bagian bibir, atau kekurangan vitamin tertentu, pada bayi sariawan dapat terjadi karena jamur candida.albicans. Perbanyak asupan nutrisi yang baik juga vitamin C, untuk bayi yang terkena jamur candida dapat di jemur matahari pagi serta puting ibu di olesi minyak kelapa, berikan tumbukan daun saga yang dicampur madu lalu olesi ke sariawan tersebut.

  • Panas dalam

Penyebab utama panas dalam adalah kurang vitamin C dan serat, juga dapat menyebabkan sariawan bibir pecah-pecah dan sakit tenggorokan. Mengkonsumsi buah yang mengandung vitamin C dan sayur yang banyak dapat membantu menyembuhkan panas dalam. Beri air kelapa hijau dengan campuran madu, atau berikan cincau yang tidak diberi es. Perbanyak minum air putih.

Anak sedang sakit butuh perhatian lebih dari ibu, dengan cara memeluk dan membelai di harapkan anak akan cepat sembuh. Lebih baik jangan dulu memberikan obat kimia pada bayi apabila masih dapat di cegah di rumah. Akan tetapi apabila memang mengkhawatirkan segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Artikel Mengenai 7 Penyakit ringan Anak Yang Dapat Ditangani Dirumah di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com

Sabtu, 23 Januari 2016

Jenis - Jenis Vaksin Untuk Bayi Bab 2

Jenis - Jenis Vaksin Untuk Bayi
Gambar jenis vaksin untuk bayi
Jenis -jenis vaksin untuk bayi - Setelah menyimak jenis 5 vaksin untuk bayi yang dasar, ada pula vaksin tambahan untuk melindungi tubuh dari virus dan bakteri. Vaksin ini sangat berguna untuk melindungi dari bermacam virus dan bakteri yang mengancam kesehatan bayi dan balita kita.

Jenis vaksin tambahan untuk bayi dan balita

Ada 7 jenis vaksin tambahan untuk anak kita yaitu Imunisasi HIB, Imunisasi Influenza, Imunisasi MMR, Imunisasi Pneumokokus konjugasi, Imunisasi Rotavirus, Imunisasi Tifoid, dan Imunisasi Cacar air. Silahkan di simak penjelasan tentang vaksin tambahan berikut.


  • Vaksin HIB
  1. HIB atau haemophilus Influenza tipe b, merupakan bakteri yang berbahaya, ia penyebab tersering dari meningitis dan pneumonia pada bayi dan anak di bawah 5 tahun. Bakteri HIB masuk dalam aliran darah, paru-paru selaput otak dan menyebabkan masalah yang serius.
  2. Imunisasi HIB di rekomendasikan 3-4 kali pada umur 2, 4, 6 bulan dan dapat di ulang pada usia 12-15 bulan. Anak yang berusia 5 tahun tidak membutuhkan vaksin ini, kecuali anak atau orang dewasa yang akan menjalani oprasi pengangkatan limpa atau setelah transpalasi tulang sumsum.
  3. Vaksin HIB tidak boleh di berikan pada anak yang kurang dari 6 minggu, adanya alergi terhadap vaksin tersebut, dan kesehatan yang menurun sebaiknya tunda pemberian vaksin.
  4. Efek samping pemberian vaksin hampir tidak ada, adapun demam ringan dan kemerahan disertai bengkak di area suntikan.
  • Vaksin Influenza
  1. Penyakit influenza (flu) adalah penyakit yang mudah menular dan menyebar, yang di sebabkan oleh virus influenza disebarkan melalui batuk, bersin dan kontak erat. 
  2. Vaksin flu di Indonesia adalah vaksin inactived (mati), tidak mengandung virus flu yang hidup dan di berikan secara suntikan. Vaksin flu di berikan tiap tahun pada anak usia 6 bulan sampai 8 tahun.
  3. Penderita sindrom guillain barre atau kelumpuhan, sedang tidak sehat dan adanya alergi tidak dapat melakukan imunisasi Influenza ini.
  4. Efek sampingnya adalah, suara serak, mata merah dan sakit, demam, pembengkakan di area penyuntikan, rasa lelah, nyeri otot, sakit kepala.
  • Vaksin MMR
  1. MMR adalah Measles (campak), mumps (gondongan), dan Rubella.(campak jerman). Penyakit ini menular melalui udara dari orang yang terinfeksi ke orang lain.
  2. Anak-anak di berikan Vaksin MMR sebanyak 2 dosis, yaitu pada usia 12-15 bulan dan 4-6 tahun. Vaksin MMR dapat di berikan beserta dengan Vaksin lain.
  3. Wanita hamil, sedang sakit, dan  alergi sebaiknya tunda pemberian vaksin.
  4. Demam, ruam kulit ringan, kejang klonik atau bengong, sakit kaku sendi adalah efek samping dari vaksin MMR.
  • Vaksin Pneumokokus konjugasi
  1. Infeksi pneumokokus di sebabkan oleh kuman Streptococcus pneumonae. Penyakit ini menular melalui percikan ludah (Droplet) dan dapat menyebabkan penyakit yang serius termasuk pneunomia (radang paru), infeksi darah (sepsis), radang telinga tengah (otitis media), dan maningitis (infeksi selaput otak). Anak di bawah 2 tahun mempunyai resiko penyakit lebih besar di banding anak yang lebih besar.
  2. Imunisasi pneumokokus dapat di berikan secara rutin pada bayi usia 2,4,6 dan 12-15 bulan.
  3. Efek samping dari Imunisasi pneumokokus adalah pusing, nafsu makan hilang sementara, kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan, demam namun tidak tinggi, rewel.
  • Vaksin Rotavirus
  1. Imunisasi Rotavirus sangat dibutuhkan untuk anak karena Rotavirus adalah nama virus yang menyebabkan diare berat sampai tahap kekurangan cairan (dehidrasi), demam, dan muntah. Anak bayi dan balita sangat rentan terhadap penyakit ini. 
  2. Vaksin ini di berikan pada usia bayi 2 dan 4 bulan (6 bulan untuk tambahan vaksin). Imunisasi vaksin dengan cara oral atau diminum dan dapat dicampur dengan vaksin lain.
  3. Anak yang pernah alergi vaksin, kelainan sistem imun, kelainan usus (intususepi), dam bayi yang sedang tidak sehat sebaiknya di tunda pemberian imunisasi.
  4. Efek samping di perkirakan tidak ada.
  • Vaksin Tifoid
  1. Demam tifoid disebabkan oleh bakteri salmonella typhi, penyakit ini ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar. Gejala tifoid adalah demam, nyeri perut, sakit kepala, lelah, lemah. Penderita dapat menyebarkan penyakit kepada orang disekitar.
  2. Vaksin dianjurkan pada wisatawan yang hendak pergi ke negara endemik tifoiod, kontak langsung dengan penderita tifoid. ana kurang dari 2 tahun tidak depat di berikan imunisasi tifoid.
  3. Efek samping dari imunisasi tifoid adalah demam ringan, dan sakit kepala.
  • Vaksin Cacar air
  1. Cacar air atau Varisela di sebabkan oleh virus Varicella zoster. Cacar air diawali dengan demam yang tidak tinggi, kemudian muncul bintil di kulit yang gatal biasanya di punggung dan dada lalu menjalar ke muka dan anggota tubuh. Cacar air dapat menular melalui udara dan cairan yang berasal dari lepuhan cacar air.
  2. Anak yang belum mendapat imunisasi cacar air harus diberikan pada umur 12-15 bulan, dan orang yang belum pernah diberikan vaksin cacar air dan belum pernah menderita cacar air dapat di berikan. imunisasi cacar air dapat di brikan dengan vaksin lain.
  3. Wanita hamil, sedang sakit berat, penderita HIV, penderita kanker, dan baru menerima transfusi darah disarankan menunda imunisasi ini sampai sembuh.
  4. Efek sampingnya, demam, bengkak pada tempat penyuntikan, ruam ringan.
Demikian vaksin - vaksin tambahan yang dapat menangkal tubuh kita dari bahaya virus bakteri dan kuman. Sebaiknya jagalah kebersihan agar tidak mudah terserang penyakit. Apabila vaksin -vaksin tersebut dapat menimbulkan alergi yang berat sebaiknya segera ditangani ke dokter.

Rabu, 20 Januari 2016

Jenis - Jenis Vaksin Untuk Bayi Bab 1

Jenis - Jenis Vaksin Untuk Bayi
Gambar Jenis Vaksin Untuk Bayi
Jenis - jenis vaksin untuk bayi - Perlu enggak sih di Vaksin?, perlu dong!!. Karena vaksin melindungi anak kita dari serangan virus dan bakteri. yang mematikan dan mencegah penularan ke anak lain. Anak yang di vaksin dilindungi oleh antibody dari vaksin yang disebut perisai vaksin. Vaksin melindungi dari virus dan bakteri campak, TB, tetanus, polio, dan lain-lain. Anak yang sakit akan menjadi sumber penularan anak lain yang dalam kondisi lemah dan anak yang belum di vaksin.

Jenis dan manfaat vaksin

Peran vaksin adalah untuk melindungi anak kita dari bahaya bakteri dan virus yang mematikan, juga mencegah penularannya ke anak lain.
Ada 5 jenis imunisasi dasar yang wajib di berikan sampai usia anak 1 tahun, yaitu, Imunisasi BCG, Imunisasi DPT, Imunisasi Polio, Imunisasi Campak, Imunisasi Hepatitis B. Adapula imunisasi tambahan seperti, Imunisasi Influensa, Imunisasi MMR, imunisasi HIB, Imunisasi Rotavirus dan lainnya, berikut jenis dan manfaat vaksin dari  yang 5 dasar wajib pemerintah hingga vaksin tambahan.

5 Vaksin dasar

  • Vaksin BCG
  1. Imunisasi BCG adalah vaksin yang diberikan untuk penyakit TBC (tubercolosis), TB paling sering mengenai paru, bisa juga mengenai selaput otak, tulang, kelenjar dan lainnya. TB dapat menular lewat percikan air liur penderita Tb aktif.
  2. Sebaiknya berikan vaksi BCG usia kurang dari 3 bulan, apabila lebih dari 3 bulan dianjurkan uji Tuberkulin terlebih dahulu, setelah negatif baru dapat di imunisasi.
  3. Tempat penyuntikan yang di anjurkan adalah lengan kanan atas. Penyuntikan BCG dilakukan di dalam kulit sehingga menimbulkan bisul pada 3-6 minggu setelah penyuntikan, bisul akan sembuh sendiri setelah 2-3 bulan dan meninggalkan bekas luka kecil bulat.
  4. Imunisasi BCG tidak boleh di berikan pada, penderita TBC, pada saat kekebalan tubuh menurun seperti, terkena HIV  atau terkena penyakit ganas, penderita gizi buruk, dan hamil.
  • Vaksin DPT
  1. Imunisasi DPT adalah Vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit Difteri, Tetanus dan Pertusis. Difteri ditandai dengan terjadi selaput putih keabu-abuan di tenggorokan, yang menyebabkan sulit bernafas dan gagal jantung, sampai kematian. Ditularkan lewat percikan ludah. Tetanus disebabkan oleh luka dalam dan kotor, pada bayi baru lahir tetanus masuk melalui pemotongan tali pusar yang tidak steril. Pertusis (Whooping cough) di tandai batuk yang terus menerus dan di akhiri dengan muntah. Menyebabkan anak tidak dapat makan, minum, dan berhenti bernafas terutama pada bayi kecil. dapat menyebabkan pneumonia, kejang, kerusakan otak bahkan kematian.
  2. Anak harus mendapat imunisasi DPT 5 kali pada usia, 2-4-6-18 bulan-(4-6) tahun.Vaksin DPT dapat biberikan bersamaan dengan vaksin lain. Untuk anak usia lebih 7 tahun dapat diberikan Vaksin Td atau Tdap untuk melindungi terhadap Tetanus, Difteri dan Pertusi, dan di ulang setiap 10 tahun.
  3. Efek samping dalam imunisasi DPT adalah demam, muntah, rewel, nafsu makan berkurang. apabila anak mengalami efek samping alergi berat, kejang berulang atau koma, sebaiknya segera bawa ke dokter. akan tetapi efek samping berat seperti itu jarang sekali terjadi.
  4. Imunisasi DPT tidak boleh dilakukan apabila anak sedang sakit disertai panas tinggi, dapat di berikan bila sudah tidak panas lagi. Pada sakit ringan tanpa demam vaksin dapat di berian. anak yang kejang dan infeksi otak pun tidak boleh diberikan vaksin DPT.
  • Vaksin Polio
  1. Imunisasi Polio adalah vaksin yang di berikan untuk mencegah penyakit polio yang disebabkan oleh virus polio yang masuk melalui makanan dan minuman yang tercemar. Pada umunmya tidak menyebabkan penyakit yang serius akan tetapi menyebabkan kelumpuhan (tidak dapat menggerakkan lengan atau tungkai) dan meningitis (radang selaput otak) yang dapat menyebabkan kematian akibat kelumpuhan pada otot yang membantu pernafasan.
  2. Vaksin Polio di berikan dengan 4 dosis dengan jadwal yaitu, saat baru lahir, 2,4 dan 6 bulan. Namun dapat di ulang sewaktu usia 18 bulan dan 4-6 tahun. biasanya di barengi dengan vaksin DPT. Cara pemberian vaksin polio melalui oral atau mulut.
  3. Efek samping pemberian Vaksin polio biasanya tidak ada, adapun sebagian kecil efek samping adalah nyeri otot, pusing dan diare ringan.
  4. Apabila terdapat penyakit yang berat sebaiknya tidak di berikan imunisasi polio, tunda hingga penyakit tersebut sembuh. apabila hanya penyakit flu, batuk dapat di berikan imunisasi.
  • Vaksin Campak
  1. Imunisasi Campak adalah imunisasi yang mencegah penyakit campak. Campak merupakan penyakit infeksi yang di sebabkan oleh virus morbili. Penyakit ini sangat menular oleh air liur, batuk dan bersin.
  2. Jadwal pemberian campak adalah saat usia 9 bulan.
  3. Vaksin campak adalah Vaksin hidup, sehingga harus di berikan pada anak yang sehat. Reaksi samping yang mungkin timbul adalah demam 1-3 hari dan tidak tinggi, serta ruam kulit.
  • Vaksin Hepatitis B
  1. Imunisasi Hepatitis B adalah Vaksin untuk penyakit Hepatitis B yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. Virus ini menular melalui darah atau cairan tubuh orang lain atau kontak dengan orang yang terinfeksi.
  2. Bayi mendapat 3 dosis vaksin Hepatitis B sebelum usia 6 bulan yaitu setelah lahir sebelum 12 jam, 1-2 bulan, 6-12 bulan. Dan dapat di barengi dengan vaksin lain.
  3. Vaksin Hepatitis sangat aman dan hampir tidak ada efek samping berat, adapun hanya demam ringan dan pembengkakan pada tempat suntikan.
Demikianlah penjelasan tentang imunisasi dasar yang berjumlah 5 vaksin. Untuk informasi lebih lanjut tentang vaksin tambahan lainnya dapat membuka tautan Jenis -Jenis Vaksin Untuk Bayi Bab 2.

Artikel Jenis - Jenis Vaksin Untuk Bayi Bab 1 di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com

Selasa, 19 Januari 2016

Pengertian dan Fungsi Antibiotik

Pengertian dan Fungsi Antibiotik
Gambar Pengertian dan Fungsi Antibiotik
Pengertian dan fungsi antibiotik - Terkadang kita suka salah mengartikan antibiotik sebagai obat yang wajib di konsumsi ketika sedang mengalami sakit apapun jenisnya. Padahal antibiotik tidak boleh sembarangan untuk di konsumsi pada saat sakit, ada sakit tertentu yang memakai antibiotik, misalnya TBC. Untuk informasi lebih lanjut silahkan membaca keterangan berikut.

Pengertian dan fungsi antibiotik

Menurut wikipedia antibiotik adalah segolongan mulekul, baik itu alami ataupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme. Khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri.
Antibiotik di temukan oleh Alexander fleming, dengan tidak sengaja pada tahun 1928.
Biasanya apabila dokter meresepkan antibiotik itu sudah dosis untuk membunuh bakteri dan harus di habiskan karena kalau tidak di habiskan maka akan menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik, atau bakteri berubah untuk melindungi dirinya dari suatu antibiotik, bakteri akan menjadi lebih kuat dan tidak mempan terhadap antibiotik. Infeksi oleh bakteri yang resisten perlu antibiotik yang kuat dan lebih mahal. Jadi berhati-hatilah dalam meminum antibiotik. Bakteri yang resisten bisa cepat menyebar ke anggota keluarga dan orang terdekat.
Selama 30 tahun belum ada jenis antibiotik baru yang di kembangkan, yaitu, penicillin, cephalosporin, carbapenem, flouroquinolones. Akan tetapi bakteri terus berkembang.

Penyakit apa sajakah yang membutuhkan antibiotik?

Antibiotik merupakan obat yang mengobati infeksi yang di sebabkan oleh bakteri seperti tuberculosis (TBC), infeksi pada aliran darah dan urine, dan peunomia atau penyakit yang berhubungan dengan bakteri. Antibiotik bekerja dengan membunuh bakteri atau menghentikan pertumbuhan bakteri.
Sedangkan penyakit yang tidak perlu memakai antibiotik misalnya adalah, demam, batuk dan flu, sakit tenggorokan karena kemungkinan bukan di sebabkan oleh bakteri melainkan virus dan tidak perlu antibiotik.

Sebaiknya jangan membeli sendiri antibiotik tanpa resep dari dokter, karena antibiotik pun berbeda dan bermacam jenis dan dosisnya. Berbeda antibiotik berbeda pula penyakitnya.Apabila anda diberikan antibiotik sebaiknya bertanya apakah penyakit anda terdapat bakteri dan antibiotik sebaiknya harus di habiskan meskipun sudah terlihat sehat agar tidak menimbulkan resistensi bakteri yang merugikan kita dan jangan pernah berbagi antibiotik dengan orang lain.
jagalah kesehatan dengan pola makan yang baik dan berolahraga.

Artikel Pengertian dan Fungsi Antibiotik di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com

Minggu, 17 Januari 2016

Cara Mengatasi Anak Mengompol

Cara mengatasi anak mengompol
Gambar Cara Mengatasi Anak Mengompol
Cara mengatasi anak mengompol - Terkadang kita suka jengkel jika anak kita sudah besar tapi masih mengompol. Sesungguhnya anak 3 sampai 5 tahun masih bisa di toleransi apabila masih sering mengompol jika kita orangtua sudah mengajarkannya agar tidak mengompol. Akan tetapi jika anak sudah mencapai usia 5 tahun lebih masih juga mengompol dengan alasan yang tidak jelas, berarti ada sesuatu yang tidak wajar, dan harus segera di tangani, berikut tips seputar ompol yang bisa anda jadikan referensi.

Kenali anak mengompol

Usia anak dan mengompol

  1. Baru lahir sampai 2 tahun: Tidak ada kesadaran saat mengosongkan kandung kemih. Anak usia ini, sangat normal untuk mengompol.
  2. 2 sampai 3 tahun: Saat ini anak dapat di latih untuk tidak mengompol lagi, karena perkembangan untuk buang air kecil (BAK) sudah berkembang.
  3. 3 sampai 5 tahun: Biasanya sudah berhenti mengompol, kemampuan untuk buang air kecilnya sudah baik.

Penyebab ompol pada anak

  • Enuresis sekunder: Ini terjadi ketika anak sudah tidak mengompol selama lebih dari 6 bulan kemudian mengompol lagi. Umumnya terkait dengan masalah emosi seperti, sedih, takut, cemas dan lainnya.
  • Dingin: Hawa ruangan yang dingin juga menjadi salah satu penyebab anak mengompol, berikan baju hangat saat suasana ruangan terasa dingin.
  • Terlalu capek: Anak yang pada siang harinya terlalu banyak bergerak dengan lompatan atau berlari akan sangat lelah, sehingga akan membuat anak tidak sadar untuk buang air kecil sewaktu tidur.
  • Adanya suatu penyakit: Nocturnal enuresis, adalah penyakit urologis pada anak, terkait dengan masalah gangguan organis, yaitu organ pelepasan. Masalah ini umumnya dapat di selesaikan dengan berkonsultasi pada urolog.

Mengatasi ompol pada anak

  • Sebaiknya sebelum tidur anak buang air kecil terlebih dahulu.
  • Tatur anak untuk buang air kecil dengan cara memboyongnya ke WC apabila sudah ada tanda atau waktu biasanya anak mau buang air kecil.
  • Beri pujian apabila anak tidak mengompol.
  • Saat anak mengompol tidak perlu di marahi, hanya beri pengertian dengan kata-kata, "Sayang, nanti malam mama bangunkan ya untuk pipis di kamar mandi, biar engga pipis di tempat tidur lagi".
  • Ajarkan untuk bertanggung jawab, jika anak mengompol minta ia untuk membantu melepas basahannya, jangan sampai anak merasa tidak masalah jika ia mengompol.
  • Saat anak selesai mandi atau sedang bersantai, beri pijitan lembut pada betisnya dengan menggunakan minyak kayu putih atau minyak kelapa, untuk menghilangkan letih sewaktu anak banyak beraktifitas.
Jangan biarkan anak yang sudah besar mengompol, karena itu adalah suatu ketakutan tersendiri pada anak. Diskusikan pada dokter jika anak masih mengompol pada usia lebih dari 6 tahun, anak mengompol lagi setelah lama tidak mengompol, dan anak mengompol di sertai dengan urine yang berwarna merah muda atau nyeri saat buang air kecil.

Artikel Cara mengatasi anak mengompol di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com
keyword: Mengatasi anak mengompol, mengompol pada anak, Cara agar anak tidak mengompol

Sabtu, 16 Januari 2016

Penyebab Serta Obat Diare Yang Alami Untuk Anak

Penyebab serta obat diare yang alami untuk anak
Gambar Penyebab Serta Obat Diare Yang Alami Untuk Anak
Penyebab serta obat diare yang alami untuk anak - Sebagian besar orang tua akan panik melihat anak apalagi bayinya sedang mencret atau diare, ia akan terlihat lemas dan kurang bertenaga, sangat sedih melihatnya seperti itu. Terkadang, mencret atau diare ini membahayakan apabila tidak di tangani dengan baik. silahkan di baca untuk referensi kesehatan anak dan balita anda.

Apa itu diare?

Diare atau mencret adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari dalam tubuh, atau lebih tepatnya, gangguan pencernaan yang di tandai dengan buang air besar yang sering dan lebih encer dari biasanya, frekuensi BABnya lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Diare merupakan suatu tanda, bukan jenis penyakit, seperti demam yang merupakan tanda adanya suatu penyakit, diare pun merupakan upaya mengeluarkan sesuatu yang salah dalam pencernaan kita. Diare dan muntah adalah upaya tubuh kita untuk mengeluarkan racun serta kuman dan virus.

Penyebab diare

  • Keracunan makanan
  • Infeksi di usus yang di sebabkan oleh mikroorganisne patogen (paling sering oleh virus, bakteri, dan parasit). Ini di sebabkan kita memakan makanan yang kotor.
  • Gangguan proses pencernaan (malabsorpsi)
  • Pemakaian obat-obatan, misal antibiotik yang tidak baik sehingga mengganggu keseimbangan bakteri di dalam usus
  • Alergi terhadap makanan tertentu.
  • Adanya amuba, yang di tandai dengan tinja yang berlendir dan berdarah, ini di haruskan meminum antibiotik dengan resep dokter.

Cara penanganan dan obat alami untuk diare

  • Tidak perlu meminum obat untuk memampatkan diare karena obat tersebut hanya untuk mengurangi atau menghentikan diare tidak mengobati penyakit yang sebenarnya, bahkan akan menimbulkan efek samping. yang terpenting adalah mengganti cairan tubuh yang keluar bukan menghentikan diarenya. 
  • Pengaruh diare pada bayi adalah ia akan mengganggu keseimbangan normal dari air dan garam (elektrolit) pada bayi. Apabila jumlah elektrolit hilang banyak akibat diare maka akan menimbulkan dehidrasi dan harus mendapat penggantian cairan secepatnya, obat yang tepat untuk mengganti elektrolit adalah oralit yang dapat di beli di apotik atau di buat sendiri yaitu dengan cara: Garam 1/4 sendok teh yang di campur dengan gula hingga menjadi 1 sendok teh, lalu campur dengan 200 ml air matang.
  • Tanda dehidrasi adalah:
  1. Produksi urin berkurang sehingga frekuensi buang air kecil jarang, warna urine lebih pekat.
  2. Mulut dan kulit kering, apabila di cubit kulit tidak langsung kembali ke semula atau tidak elastis.
  3. Rewel dan tidak ada air mata saat menangis.
  4. Mata ubun-ubun dan perut cekung. 
  5. Lemas, lesu dan sering mengantuk.
  • Untuk bayi yang hanya meminum asi berilah sesering mungkin, untuk yang sudah mendapatkan mp asi atau sudah dapat makanan padat berilah cairan yang banyak seperti air putih, sup kaldu. Dapat juga memberikan makanan padat seperti kentang, sereal beras dan makanan yang rendah serat. Berikan sedikit-sedikit tetapi sering.

Hubungi dokter jika:

  • Diare lebih dari 1 minggu
  • Ada darah atau nanah pada tinja, dan tinja berwarna hitam, putih atau merah.
  • Demam tinggi lebih dari 38,8 celcius
  • Terlihat sangat lemah
  • Muntah yang sering
  • Tanda-tanda terjadinya dehidrasi
Biasanya dokter akan merekomendasikan obat anti biotik atau anti parasit apabila sudah di ketahui penyebabnya. seringlah mencuci tangan apabila berinteraksi dengan bayi dan anak anda agar tidak menyebabkan penyakit. Hindari dehidrasi dengan cairan yang banyak.


Artikel Penyebab serta obat diare yang alami untuk anak di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com
keyword: Obat diare, penyebab diare, diare pada anak, obat diare anak, diare pada bayi, penyakit diare, cara mengobati diare, obat untuk diare, obat diare alami, bayi diare, obat diare bayi, pengobatan diare, penyebab diare pada anak, mengobati diare, cara menyembuhkan diare, diare pada balita, penanganan diare, cara mengobati diare pada bayi, akibat diare


Jumat, 15 Januari 2016

Manfaat dan Tips Seputar Clodi Yang Bagus

Manfaat dan tips seputar clodi yang bagus
Gambar manfaat dan tips seputar clodi yang bagus
Manfaat dan tips seputar clodi yang bagus - Clodi adalah singkatan dari Cloth diapers atau popok kain yang bisa di cuci ulang. Clodi di buat dari bahan khusus PUL (polyurethan laminate) yaitu lapisan anti tembus. Bahan ini biasanya waterproof, dan di buat untuk lapisan luar dari clodi, warna dan coraknya berfariasi. Sedangkan untuk lapisan dalam atau  iner clodi menggunakan bahan yang nyaman, bahan kain seperti, fleece, suedecloth, dan bamboo. Kain bamboo terbuat dari serat bambo yang hipoalergi juga anti bakteri, cocok untuk kulit bayi yang sensitif. Insert atau lapisan penyerap pipis terbuat dari bahan yang bermacam seperti, microfiber, bamboo, atau lainnya, terkadang bisa juga memanfaatkan kain-kain sisa. Insert diletakkan di dalam pocket clodi atau kantong celana clodi.

Keuntungan memakai clodi

Memakai clodi atau cloth diapers kini menjadi pilihan para bunda, corak dan motifnya yang beragam kian membuat tertarik untuk membelinya. Coba cek keuntungan memakai clodi di banding dengan popok sekali pakai (diapers) dan popok kain biasa berikut: 

Harga lebih murah

Memang untuk pembelian pertama clodi agak sedikit mahal di banding dengan diapers atau popok sekali pakai, akan tetapi clodi dapat di pakai berkali-kali, bahkan apabila perawatannya baik dapat di wariskan untuk bayi lainnya.

Kenyamanan dan perawatan

Dapat di pilih bahan yang nyaman untuk lapisan dalam clodi anda, bamboo, fleece, microfleece, suedecloth, hempyang. Tinggal pilih yang mana yang cocok dan tidak menimbulkan alergi pada kulit si kecil.
Memang agak repot memakai clodi daripada memakai popok sekali pakai, cara mencucinya di perhatikan betul agar tidak menjadi sarang kuman. Clodi harus dibilas bersih-bersih tanpa sabun agar daya serapnya tetap baik. Clodi juga agak tebal jika di bandingkan dengan popok sekali pakai apalagi popok kain biasa, akan tetapi motif dan coraknya bervariasi dan lucu.

Praktis dan ramah lingkungan

Di bandingkan dengan popok kain biasa clodi lebih efisien, tidak perlu berulang kali mengganti popok. Jika dengan popok sekali pakai, akan lebih ramah lingkungan, karena dapat di cuci, dan tidak menimbulkan penumpukan sampah.

Bentuk clodi bisa di sesuaikan dengan bentuk badan anak anda, jadi tidak ada ukuran untuk clodi. Pilih lapisan dan bahan insert yang sesuai untuk anak, agar tidak terjadi iritasi dan alergi. Untuk anak yang sering pipis atau banyak, dapat menggunakan 2 insert.


Artikel Manfaat dan tips seputar clodi yang bagus di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com

Jumat, 18 Desember 2015

Cara Menurunkan Panas Pada Bayi

Cara menurunkan panas pada bayi
Gambar Cara Menurunkan Panas Pada Bayi
Cara menurunkan panas pada bayi - Cara menurunkan panas pada bayi biasanya menggunakan paracetamol  (acetaminophen) atau ibuprofen, akan tetapi obat-obat kimia akan mempunyai efek lain seperti masalah ginjal dan maag. Untuk bayi sebaiknya hindari obat yang ada asprinnya karena akan mengakibatkan resiko pembengkakan pada hati dan otak.Sebaiknya hindari obat-obat kimia apabila bayi anda panasnya tidak terlalu mengkhawatirkan.
Demam merupakan kondisi alami tubuh bereaksi terhadap suatu penyakit, demam pertanda tubuh sedang melawan infeksi karena suhu yang tinggi tersebut memperlambat pertumbuhan virus dan bakteri, maka demam bukanlah suatu penyakit utama.
Berikut tips cara menurunkan panas pada bayi anda:
  1. Mandikan bayi anda dengan air hangat, apabila tidak memungkinkan  mandi, lap dengan handuk atau washlap yang hangat.
  2. Perbanyak pemberikan asi dan air putih, biasanya efek dari demam adalah dehidrasi.
  3. Buka baju bayi anda, kompres dengan air hangat, karena akan merangsang keluarnya keringat, air yang terlalu dingin akan membuat bayi menggigil, kompres di lipatan ketiak dan lipatan paha dengan menggunakan washlap atau handuk kecil, kompres sampai air hangatnya sudah berkurang, ulangi lagi dengan membasahi air hangat, lakukan sampai suhu tubuh bayi menurun. Selesai mengompres, seka bagian yang habis di kompres dengan handuk kering, pilih baju yang longgar dan tipis. 
  4. Apabila bayi panas tinggi dan tidak mau di kompres, maka lakukan dengan cara, buka pakaian ibu dan bayi, lalu tempelkan tubuh bayi ke tubuh ibu, maka suhu panas bayi akan pindah ke tubuh ibu. Perbanyak minum air putih akan menghilangkan panas dan haus.
  5. Sebaiknya perbanyak istirahat, karena apabila terlalu banyak bergerak temperatur tubuh akan meningkat dan mudah lelah.
  6. Untuk bayi yang sudah 6 bulan keatas, berikan makanan yang bergizi tinggi seperti sop dengan sayuran yang diberi kaldu ayam atau daging.
  7. Bawang merah memiliki kandungan yang dapat menurunkan panas  pijat bayi anda dengan menggunakan campuran bawang merah yang sudah di parut dengan minyak kayu putih atau minyak kelapa, dapat juga minyak telon. Pijat searah jarum jam.

Obat tradisional untuk membantu menurunkan panas bayi

  • Air kelapa muda, untuk menurunkan suhu tubuh yang panas dan menggantikan cairan yang keluar dari keringat, karena air kelapa muda banyak mengandung mineral.
  • Kunyit, memiliki kandungan minyak atsiri, turmeron, curcumin dan zingiberen yang dapat bermanfaat untuk anti peradangan, antioksidan, dan anti bakteri. Cuci bersih kunyit, parut dan beri air panas, kemudian saring beri sedikit perasan jeruk nipis dan madu, minumkan pada bayi umur lebih dari 6 bulan sehari 3 kali.
Apabila bayi panas di usia bawah 3 bulan sebaiknya segera bawa ke dokter, bayi 3-6 bulan dengan suhu tubuh lebih dari 38 derajat dan bayi 6 bulan ke atas dengan suhu tubuh lebih dari 39 derajat, sebaiknya segera periksakan ke dokter, adapun keluhan lain yang harus segera periksakan ke dokter apabila demam tak kunjung sembuh dalam 3 hari, muntah, diare, kejang, atau lemas yang berlebihan.

Untuk melihat artikel lainnya mengenai kesehatan bayi dapat di lihat pada :


Artikel Cara menurunkan panas pada bayi di tulis oleh Balita dan Bayi di www.balitabayilucu.blogspot.com
Keyword : Bayi panas, kepala bayi panas, bayi demam panas, bayi panas tinggi, badan bayi panas, mengatasi bayi panas, panas pada bayi, obat penurun panas bayi, obat panas bayi, cara mengatasi bayi panas, mengatasi panas pada bayi, bila bayi panas, obat panas untuk bayi, penyebab bayi panas, obat penurun panas untuk bayi, cara menurunkan panas bayi, menurunkan panas pada bayi, obat bayi panas, penurun panas bayi, obat turun panas bayi, menurunkan panas bayi, bayi sakit panas, obat tradisional bayi panas, demam panas bayi.